RSS
Sawadee kha ...
well, kali ini gua bakal bahas series yang insyaallah bakalan hits di hatun ini dan tahun depan nih di seluruh penjuru dunia. Tentu aja ini series dari Thailand yakk, kan loe semua udah pada tau kalo gua suka series dan movie dari negara gajah putih entuu..
gak perlu berlama lama ya, judul seriesnya adalah... jeng jeng jeng... 

U Prince The Series (
ซีรี่ส์ U-Prince )
gambar logo U-prince

 well, loe tau kenapa gua prediksi series ini bakal hits, karena para pemainya itu loh idola remaja yang kece badai yang bener-bener masih hits di Thailand sana, dan idola bagi pecinta movie Thailand diseluruh dunia. And loe semua pada tau gak kalo kisah ini diambil dari buku terlaris di Thailand yang terdiri dari 13 cerita (12 cerita+ 1 buku ekslusif) yang mengisahkan kisah cinta dari 12 pelajar/mahasiswa berbeda dari universitas internasional.
well, supaya loe lebih jelas loe semua bisa kepo-kepoin dan stalk nih official account dari U-prince maupun yang produksi. Chek this out 

Official Website: http://www.gmm-tv.com/main.php
Official Twitter: https://twitter.com/GMMTV

oke, kalo loepenasaran apa aja 13 cerita entu, dan siap aja yang bakalan meranin di versi aslinya, simak ya..

  • Title: U-Prince Series
  • Also known as: U-Prince Series
  • Genre: Drama/Romance
  • Duration: TBA Episodes (All together)
  • Popularity: top rated/low rated/failure
  • Air Time: TBA
  • Broadcast Network: Channel GMM25
  • Broadcast Period: Filming at the moment
  • Company Name: ???
  • Producer:
  • Arthur of each Books:
    • Hideko_Sunshine (Handsome Cowboy)
    • May112 (Playful Comm-Arts)
    • Mimoza (Extroverted Humanist)
    • หนุ่มกรุงโซล (Crazy Artist)
    • แสตมป์เบอรี่ (Badly Politics)
    • ปุยฝ้าย (Single Lawyer)
    • TheLittleFinger (Lovely Geologist)
    • บิวบิว (Gentle Vet)
    • เจ้าหญิงผู้เลอโฉม (Foxy Pilot)
    • ลูกชุบ (Badass Baker)
    • เจ้าปลาน้อย (Ambitious Boss)
    • มิลค์พลัส (Absolute Economist)

Makalah Sejarah tentang Penetrasi Bangsa Barat KeIndonesia

BAB I
PENDAHULUAN

1.1         Latar Belakang
                                                                                                            
     Nusantara merupakan kepulauan yang sangat kaya dan indah. Bagaikan mutiara dari timur, Nusantara atau kepulauan Indonesia memiliki flora dan fauna yang sangat berwarna-warni, hasil persediaan tambang ada di mana-mana, begitu juga hasil pertanian dan perkebunan melimpah dengan hasil rempah-rempah yang selalu menggugah selera. Kekayaan dan keindahan tanah Nusantara itu pula yang menarik dan menggiurkan bangsa-bangsa lain untuk datang. Tetapi dalam perjalanan sejarah Indonesia kedatangan bangsa-bangsa asing di Nusantara yang dimulai abad ke-16, ternyata telah membawa sebuah perubahan besar dengan terjadinya suatu masa penjajahan bangsa barat.
     Pada awalnya, tujuan kedatangan bangsa Eropa ke Indonesia hanya untuk membeli rempah-rempah dari para petani Indonesia. Namun, dengan semakin meningkatnya kebutuhan industri di Eropa akan rempah-rempah, mereka kemudian mengklaim daerah-daerah yang mereka kunjungi sebagai daerah kekuasaannya. Di tempat-tempat ini, bangsa Eropa memonopoli perdagangan rempah-rempah dan mengeruk kekayaan alam sebanyak mungkin. Untuk memperoleh hak monopoli perdagangan ini, bangsa Eropa tidak jarang melakukan pemaksaan. Penguasaan sering dilakukan terhadap para penguasa setempat melalui suatu perjanjian yang umumnya menguntungkan bangsa Eropa. Selain itu, mereka selalu turut campur dalam urusan politik suatu daerah, mengadu domba berbagai kelompok masyarakat dan kemudian mendukung salah satunya. Dengan cara seperti ini, mereka dengan mudah dapat mempengaruhi penguasa untuk memberikan hak-hak istimewa dalam berdagang.Dengan dasar itulah kami sengaja menulis makalah yang berjudul “PENETRASI BANGSA BARAT DI INDONESIA”

1.2         Rumusan Masalah
1.2.1   Bagaimana penetrasi bangsa barat di Indonesia ?
1.2.2   Apa faktor-faktor penyebab jatuhnya Nusantara ke tangan Barat ?
1.2.3   Bagaimana dampak dari penetrasi bangsa barat bagi Indonesia ?




BAB II

PEMBAHASAN


2.1         Penetrasi Bangsa Barat ke Indonesia
     Secara umum, kedatangan bangsa Eropa ke Asia termasuk ke Indonesia dilandasi keinginan mereka untuk berdagang, menyalurkan jiwa penjelajah, dan menyebarkan agama. Adapun sebab dan tujuan bangsa Eropa ke dunia Timur adalah sebagai berikut :

1.      Mencari kekayaan termasuk berdagang (Gold)
2.      Mencari kemuliaan bangsa (Glory)
3.      Menyebarkan agama (Gospel)

     Selain itu Latar belakang kedatangan bangsa Barat antara lain :                                          
a.    Jatuhnya Konstantinopel ke tangan Turki tahun 1453
b.    Ingin membuktikan bahwa bumi itu bulat   
c.    Kemajuan pengetahuan dan teknologi seperti kapal, kompas dan meriam
d.    Hasrat untuk menjelajahi dunia                                                                               
e.    Melanjutkan perang salib
f.     Tulisan Marcopolo dalam bukunya Book of Various experiences( keajaiban dunia) yang berisi kisah perjalanan Marcopolo yang menceritakan bahwa daerah Asia alamnya sangat indah , subur dan memiliki banyak kekayaan alam.
g.    Buku tulisan Tom Pires (Suma Orriental) yang mengatakan bahwa Asia tanahnya sangat subur dan iklimnya baik
h.   Mencari rempah-rempah sebagai penghangat badan
i.      Mewujudkan 3 G yaitu Gold (mencari emas/kekayaan), Glory (mencari kemuliaan /kejayaan) dan Gospel (penyebaran agama Kristen).

     Sejak abad ke-3, rempah-rempah memang merupakan bahan dagang yang sangat menguntungkan. Hal ini mendorong orang-orang Eropa berusaha mencari harta kekayaan ini sekalipun menjelajah semudera. Keinginan ini diperkuat dengan adanya jiwa penjelajah. Bangsa Eropa dikenal sebagai bangsa penjelajah, terutama untuk menemukan daerah-daerah baru. Mereka berlomba-lomba meninggalkan Eropa. Mereka yakin bahwa jika berlayar ke satu arah, maka mereka akan kembali ke tempat semula. Selain itu, orang-orang Eropa terutama Protugis dan Spanyol yakin bahwa di luar Eropa ada Prestor John (kerajaan dan penduduknya beragama Kristen). Oleh karena itu, mereka berani berlayar jauh. Mereka yakin akan bertemu dengan orang-orang seagama.

     Pada awalnya, tujuan kedatangan bangsa Eropa ke Indonesia hanya untuk membeli rempah-rempah dari para petani Indonesia. Namun, dengan semakin meningkatnya kebutuhan industri di Eropa akan rempah-rempah, mereka kemudian mengklaim daerah-daerah yang mereka kunjungi sebagai daerah kekuasaannya. Di tempat-tempat ini, bangsa Eropa memonopoli perdagangan rempah-rempah dan mengeruk kekayaan alam sebanyak mungkin. Dengan memonopoli perdagangan rempah-rempah, bangsa Eropa menjadi satu-satunya pembeli bahan-bahan ini. Akibatnya, harga bahan-bahan ini pun sangat ditentukan oleh mereka. Untuk memperoleh hak monopoli perdagangan ini, bangsa Eropa tidak jarang melakukan pemaksaan. Penguasaan sering dilakukan terhadap para penguasa setempat melalui suatu perjanjian yang umumnya menguntungkan bangsa Eropa. Selain itu, mereka selalu turut campur dalam urusan politik suatu daerah. Bangsa Eropa tidak jarang mengadu domba berbagai kelompok masyarakat dan kemudian mendukung salah satunya. Dengan cara seperti ini, mereka dengan mudah dapat mempengaruhi penguasa untuk memberikan hak-hak istimewa dalam berdagang.


Penetrasi dan Terbentuknya Kekuasaan Kolonial di Indonesia

1. Bangsa Portugis
     Ekspedisi pertama untuk mencari jalan langsung ke Indonesia dirintis oleh bangsa Portugis dan Spanyol. Bangsa-bangsa lain seperti Inggris, Prancis, dan Belanda baru melakukan ekspedisi setelah kedua bangsa ini menemukan jalan ke Indonesia.Orang Portugis pertama yang mencoba mencari jalan baru ke Indonesia adalah Bartholomeus Diaz. Ia meninggalkan Portugal pada tahun 1486. Ia menyusuri pantai barat Afrika hingga tiba di Tanjung Harapan, tetapi ia gagal mencapai Indonesia. Setelah Bartholomeus Diaz menemukan jalan ke timur di Tanjung Harapan (Afrika Selatan), upaya mencari jalan ke Indonesia diteruskan oleh armada-armada Portugis berikutnya.
     Armada Portugis berikutnya yang mencoba berlayar ke Indonesia dipimpin oleh Vasco da Gama. Mereka berangkat pada tahun 1497 dan berhasil melewati Tanjung Harapan. Sewaktu tiba di Pelabuhan Malinda (Afrika Timur), mereka bertemu dengan pedagang-pedagang Arab dan India. Namun, jalan ke Asia Tenggara tetap dirahasiakan oleh para pedagang tersebut. Oleh karena itu, orang-orang Portugis melanjutkan perjalannya menyusuri pantai timur Afrika. Mereka harus melewati perairan dengan ombak yang sangat besar. Daerah itu terletak di timur laut Afrika terutama di sekitar Ujung Tanduk. Oleh karena itu, daerah ini disebut Guadafui (berhati-hatilah).
     Ekspedisi ini kemudian berhasil melewati selat di ujung selatan Laut Merah yang disebutnya Bab el Mandeb (Gapura Air Mata). Pada tahun 1498, Vasco da Gama tiba di Kalikut (India). Sejak saat itu, perdagangan antara orang Eropa dan India tidak lagi melalui jalur Laut Tengah melainkan melalui pantai timur Afrika. Namun, penemuan ini belum juga memuaskan bangsa Portugis. Mereka ingin menjelajahi daerah timur lainnya yakni Malaka dan Maluku.
     Pada waktu itu, di Asia Tenggara terdapat salah satu daerah pusat perdagangan  yang sangat ramai dikunjungi. Daerah tersebut adalah Malaka sedangkan daerah sumber rempah-rempahnya adalah Maluku. Bagi Portugis, cara termudah menguasai perdagangan di sekitar Malaka termasuk di Maluku adalah dengan merebut atau menguasai Malaka. Kolonialisme Portugis di Indonesia dimulai sejak kedatangan Alfonso d’Albuquerque di Maluku. Pada tahun 1511, ekspedisi Portugis di bawah pimpinan Alfonso d’Albuquerque berhasil menaklukkan Malaka. Dari sana, mereka menuju Maluku dan diterima dengan baik oleh raja Ternate. Mereka diperkenankan berdagang dan membangun benteng di Ternate.

2. Bangsa Spanyol

     Pelopor berkebangsaan Spanyol yang mencari jalan langsung ke Indonesia adalah Christopher Columbus, ia berlayar ke arah barat. Setelah dua bulan, ia sampai di sebuah pulau yang kemudian dinamakan San Salvador. Columbus gagal mencapai India. Setelah Columbus gagal menemukan India, ekspedisi Spanyol selanjutnya ke daerah rempah-rempah dipelopori oleh Ferdinand Magelhaens. Berbeda dengan armada Portugis, pada tahun 1519 Magellan berangkat  melalui Samudera Atlantik. Setelah melewati ujung Amerika Selatan, ia masuk ke Samudera Pasifik. Ia tiba di Filipina pada tahun 1521. Ketika mencoba mengatasi perang antarsuku di Cebu, Magelhaens terbunuh. Posisinya kemudian digantikan oleh Del Cano.  Dalam perjalanan kembali ke Spanyol, mereka singgah di Tidore. Sejak saat itu, terjalin kerja sama antara Spanyol dan Tidore. Kerja sama itu tidak hanya dalam hal perdagangan, tetapi juga diperkuat dengan dibangunnya benteng Spanyol di Tidore. Sementara itu, Portugis yang membuka kantor dagangnya di Ternate merasa terancam dengan hadirnya Spanyol di Tidore. Hal ini diperkuat lagi dengan kenyataan bahwa Tidore dan Ternate telah lama bermusuhan. Dengan alasan tersebut, Portugis yang didukung pasukan Tidore. Berhasil merebut Benteng Spanyol di Tidore. Namun, berkat perantara Paus di Roma, Portugis dan Spanyol akhirnya mengadakan perjanjian yang disebut Perjanjian Saragosa. Berdasarkan perjanjian itu, Maluku dikuasai Portugis sedangkan Philipina dikuasai Sepanyol.

3. Bangsa Inggris

     Kedatangan bangsa Inggris ke Indonesia dirintis oleh Francis Drake dan Thomas Cavendish. Dengan mengikuti jalur yang dilalui Magelhaens, pada tahun 1579 Francis Drake berlayar ke Indonesia. Armadanya berhasil membawa rempah-rempah dari Ternate dan kembali ke Inggris lewat Samudera Hindia. Perjalanan beriktunya dilakukan pada tahun 1586 oleh Thomas Cavendish melewati jalur yang sama.
      Pengalaman kedua pelaut tersebut mendorong Ratu Elizabeth I meningkatkan pelayaran internasionalnya. Hal ini dilakukan dalam rangka menggalakan ekspor wol, menyaingi perdagangan Spanyol, dan mencari rempah-rempah. Ratu Elizabeth I kemudian memberi hak istimewa kepada EIC (East Indian Company) untuk mengurus perdagangan dengan Asia. EIC kemudian mengirim armadanya ke Indonesia. Armada EIC yang dipimpin James Lancestor berhasil melewati jalan Portugis (lewat Afrika). Namun, mereka gagal mencapai Indonesia karena diserang Portugis dan bajak laut Melayu di selat Malaka.
     Awal abad ke-17, Inggris telah memiliki jajahan di India dan terus berusaha mengembangkan pengaruhnya di Asia Tenggara, kahususnya di Indonesia. Kolonialisme Inggris di Hindia Belanda dimulai tahun 1604. menurut catatan sejarah, sejak pertama kali tiba di Indonesia tahun 1604, EIC mendirikan kantor-kantor dagangnya. Di antaranya di Ambon, Aceh, Jayakarta, Banjar, Japara, dan Makassar.Walaupun demikian, armada Inggris tidak mampu menyaingi armada dagang barat lainnya di Indonesia, seperti Belanda. Mereka akhirnya memusatkan aktivitas perdagangannya di India. Mereka berhasil membangun kota-kota perdagangan seperti Madras, Kalkuta, dan Bombay.

4. Bangsa Belanda
     Armada Belanda yang pertama berusaha mencapai Indonesia dipimpin Van Neck, namun ekspedisi ini gagal. Kemudian, pada tahun 1595 armada Belanda dipimpin Cornelis de Houtman dan Pieter de Kaizer berangkat menuju Indonesia. Mereka menyusuri pantai barat Afrika lalu sampai ke Tanjung Harapan. Dari sana, mereka mengarungi Samudera Hindia dan masuk ke Indonesia melalui Selat Sunda lalu tiba di Banten.
     Armada ini tidak diterima oleh rakyat Banten karena Belanda bersikap kasar. Selain itu, hubungan antara Banten dan Portugis masih baik. Kemudian dari Banten, armada ini bermaksud menuju Maluku untuk membeli rempah-rempah namun ternyata gagal mencapai Maluku. Cornelis de Houtman tiba kembali di negerinya pada tahun 1597 dan ia disambut sebagai penemu jalan ke Indonesia.Setelah de Houtman, armada Belanda datang ke Indonesia susul-menyusul. Hal ini mengakibatkan lalu lintas Indonesia – Belanda menjadi ramai. Armada Belanda yang pertama mencapai Maluku adalah armada kedua. Mereka berhasil melakukan pembelian remapah-rempah di sana.
     Pada awalnya, Belanda memang gagal menghadapi persaingan dengan Portugis, baik di Maluku maupun di pelabuhan-pelabuhan lain di Indonesia. Namun, karena armada Belanda semakin hari semakin bertambah, sedikit demi sedikit armada Portugis mulai terdesak. Akhirnya Portugis terusir dari Maluku dan itu menandai era kolonialisme Belanda di Indonesia. Sejak saat itu, pedagang-pedagang Belanda semakin banyak yang datang ke Maluku.



2.2         Faktor penyebab jatuhnya Nusantara ke bangsa Barat
2.2.1   Karena rakyat Indonesia belum memiliki peralatan perang secanggih bangsa Eropa dan kurangnya ide-ide yang brilian untuk mengalahkan bangsa penjajah pada masa itu
2.2.2   Karena kurangnya persatuan dan kesatuan dan kala itu Nusantara masih bersifat kedaerahan
2.2.3   Karena bangsa asing menggunakan politik pemecah belah(adu domba)
2.2.4   Orang Nusantara yang masih terdiri dari kerajaan-kerajaan kecil pada waktu itu, jadi dengan bangsa asing datang membawa senjata mereka diimingi kejayaan atas kerajaan lain untuk menaklukannya
2.2.5   Kurangnya pendidikan orang Nusantara pada saat itu. Nusantara sangat mudah untuk dikelabuhi oleh bangsa asing

2.3 Dampak dari Penetrasi Bangsa Barat bagi Indonesia

Dampak Positif Penetrasi Bangsa Barat bagi Indonesia


      Setelah kedatangan bangsa Eropa di Indonesia, kemajuan bangsa Indonesia bertambah. Adapun beberapa manfaat atas kedatangan bangsa Eropa ke Indonesia adalah sebagai berikut:
1.      Banyaknya dibangun pelabuhan-pelabuhan sehingga Indonesia menjadi pusat perdagangan di Asia tenggara terutama di daerah Malaka.
2.      Setelah kedatangan bangsa Eropa di Indonesia banyak berdiri pusat-pasat Industri yang dapat mengurangi angka penganguran di Indonesia.
3.      Dibangunnya sarana jalan darat (jalan raya) sehingga antara kota yang satu dengan yang lainnya terasa dekat.
4.      Didirikannya sekolah yang dapat mencerdaskan para generasi penerus bangsa Indonesia.

Dampak Negatif Penetrasi Bangsa Barat bagi Indonesia


     Setelah kedatangan bangsa Eropa ke Indonesia bangsa Eropa beralih keinginan untuk untuk menjajah bangsa Indonesia sehingga terjadilah peperangan di mana-mana. Adapun dampak negatif kedatangan bangsa Eropa ke Indonesia adalah:
1.      Masyarakat Indonesia merasa tertindas dengan kedatangan bangsa Eropa yang selalu bersikap semena-mena terhadap bangsa  Indonesia.
2.      Terjadinya pemberontakan dimana-mana yang mengakibatkan banyak nya warga Negara Indonesia yang meninggal.
3.      Bangsa Eropa mengadu domba seluruh masyarakat Indonesia.
4.      Terjadinya perebutan kekuasaan yang dilakukan oleh Bangsa Eropa terhadap bangsa Indonesia yang akhirnya banyak menelan korban para warga Indonesia.
5.      Warga Indonesia merasa tidak bebas dengan adanya bangsa Eropa di Indonesia

Contoh Mendeskripsikan Benda atau Tempat

Kemarin udah pos tentang deskripsi seseorang nah, sekarang aku mau kasih contoh deskripsi tentang benda atau tempat. chek this out..

Ruang ICT yang Tersembunyi

Ruang ICT terletak di sebelah utara  SMA Negeri 1 Pringsewu. Ruangan  ini berada diantara 2 kelas yaitu kelas 4B IPA dan 4C IPA, ruangan yang berukuran sekitar  2X6 meter saja. Nampak dari luar ruang ICT hanya mempunyai 1 pintu tanpa jendela, hanya ada sebuah fentilasi kecil diujung  ruangan.
Didalam ruang ICT ada beberapa susunan meja yang ditata sedemikian rupa supaya muat dalam ruang ICT yang ukurannya tidak terlalu besar. Ada sekitar 7 buah meja yang memiliki fungsi yang berbeda-beda, ada yang berfungsi untuk meletakan mesin yang multi fungsi yaitu komputer, Ada juga yang berfungsi untuk menyimpan beberapa buku. Diruang ICT juga ada meja yang diatasnya bertegger sebuah kotak besar yang selalu mengalirkan air ketika kita haus, dan  ada bebebrapa bahan untuk membuat minuman, seperti gula, kopi, dan teh.
Runag ICT SMA Negeri 1 Pringsewu juga  terpasang 1 set sofa tamu yang sangat empuk dan nyaman untuk duduk. Dinding ruang ICT dihiasi oleh sebuah jam dinding yang selalu berdetak dan mengingatkan sudah berlalunya waktu. Ada juga sebuah kipas angin yang selalu berputar mengingat udara di ruang ICT sangat-sangat panas. Bahkan jika kita masuk kita pasti akan selalu berebut oksigen karena selain panas ruang ICT sangat sumpek.
Banyak sekali jalinan kabel yang teruntai dimana-mana, maklum saja untuk menyalakan peralatan yang ada di ruang ICT membutuhkan tegangan listrik yang tinggi seperti menggunakan komputer, kipas angin, dispenser dan benda listrik lainnya. Jadi jika kita akan masuk ke ruang ICT hrus sangat berhati hati jika tak mau tersengat oleh sengatan kabel yang telah mengelupas dari kulitnya, jika tidak siap-siap saja rambut akan menjadi seperti afrog.
Ruang ICT juga memiliki sebuah lemari yang sedang berwarna coklat berbahan plastik yang terletak dibagian paling ujung samping kanan yang tersiri dari beberapa laci, yang setiap lacinya berisi lembaran-lembaran kertas yang berharga.
Ruang ICT berfungsi untuk mencari, menerima dan mengirim informasi dari berbagai sumber, jadi ruang ICT selalu terkoneksi dengan internet. Contohnya dalam pengelolaan data siswa, mengirim nomor ujian siswa kepada pemerintah dam msih banyak lagi.
Didepan ruang ICT ada 2 buah sofa yang sangat nyaman sofa itu berwarna coklat san menghadap kearah timur. Sofa yang sangat nyaman untuk duduk mungin juga nyaman untuk tidur apaagi untuk tidur kucing karena sofa tersebut bau pesing seperti pipis kucing, dipastikan itu untuk tidur kucing.
Nampak dari luar ruangan ini berwarna persis seperti ruang-riang kelas disampinnya, berwarna kream dengan garis biru yang menghiasai dinding dibawahnya.


Mendeskripsikan Seseorang

Haiii..
buat kalian yang dapet pelajaran bahasa indonesia pasti gak asing dengan yang namanya deskripsi, dan kalo udah masuk ke materi ini pasti buat yang gak suka ngarang pasti pusing nih kalo dapet tugas suruh deskripsiin sesuatu. okeh ini adalah contoh deskripsi tentang seseorang, semoga bisa dijadikan contoh dan acuan untuk kalian yang masih bingung sama yang namanya mendeskripsikan seseorang. Semoga bermanfaat :)


Si Penyabar
Mas Kowo itulah biasanya orang memanggilnya, nama lengkapnya Habib Sukowo, ia lahir di Pringkumpul 37 tahun yang lalu tepatnya 16 februari 1977. Ia lahir di tengah-tengah keluarga yang sederhana, mas kowo adalah anak ke 3 dari 6 bersaudara. Dia adalah orang yang memiliki perawakan yang biasa saja, tingginya sekitar 165 cm, beratnya kurang lebih 62 kg dan golongan darah nya B.
Warna favorite nya yaitu putih yang melambangkan kesucian hati dan penyabarnya Mas kowo. Makanan favoritnya semua sayuran hijau dan minuan yang paling ia suka adalah air putih yang segar dan tentu saja minuman yang paling menyehatkan badan.
Saat ini ia dikelilingi oleh 2 orang wanita cantik yaitu Sarmiati istrinya dan putrinya  yang bernama Anisah Fathonah. Istrinya kelahiran 7 september 1979 sedangkan anaknya saat ini telah menempuh pendidikan di sekolah dasar negeri 3 Pringkumpul.
Mas kowo adalah salah seorang yang mengabdikan diri di SMA Negeri 1 Pringsewu , ia sudah mengabdikan dirinya selama kurang lebih 4 tahun. Ia bekerja sebagi tukang bersih-bersih yang bertugas membersihkan kaca, menyapu, dan mengepel di lokal sebelah utara SMA Negeri 1 Pringsewu. Awal mula bekerja di SMA Negeri 1 Pringsewu ia di pangggil oleh Pak Koni yang kebetulan tetangganya. Sebelum mas kowo bekerja sebagai tukang bersih-bersih yang bisa dibilang OB di SMA Negeri 1 Pringsewu ia pernah berjualan ikan laut dipasar dan berkeliling di sekolah-sekolah untuk menjajakan makanan ringan.
Mas Kowo juga termasuk alumni SMA Negeri 1 Pringsewu, lulusan tahun 1995, ia menemph pendidikan SMP nya di SMP Negeri 1 Pringsewu dan sekolah dasar di SD 2 Pringkumpul. Mas Kowo pun memiliki impian dan juga cita-cita seperti kebanyakan orang, Mas Kowo bercita-cita ingin menjadi seorang panglima TNI yang gagah dan berani, namun karea keterbatasan informasi dan  biaya, ia pun terpaksa bekerja apa saja demi untuk melanjutkan hidupnya dan keluarganya tanpa kehadiran seorang ayah.
Mas kowo adalah orang yang sangat peyabar, banyangkan saja setiap hari ia mengepel, namun tak sedikit siswa yang lewat pada lantai yang baru selesai mas kowo pel dengan sepatunya yang penuh lumpur dan tanah, alhasil pekerjaan mas kowo harus diulang kembali. Namun ia tak pernah merasa jengkel ataupun marah, ia tetap sabar karena menurutnya itu sudah pekerjaan nya dan memang siswa harus lewat situ.
Jika ditanya bagaimana perasaan nya jika pekerjaannya dikotori kembali iya hanya bilang tak papa, dan menurutnya siswa SMA Negeri 1 Pringsewu itu pastinya pintar, ramah dan baik, walaupun mereka telah mengotori hasil pekerjaannya.
Mas kowo bekerja mulai pukul 06.30 hingga pukul 15.00 ia berangkat pagi-pagi sekali dengan mengendarai sepeda motornya yang selalu menjadi temannya bekerja, yang selalu menemaninya ketika susah dan senag, ketika panas maupun hujan. Mas kowo selalu bekerja dan hampir tak pernah berhenti, ia hanya beristirahat ketika hendak solat dan makan. Dan tak jarang ia harus pulang saat petang ketika pekerjaan menumpuk, biasanya saat ada event- event tertentu di SMA Negeri 1 Pringsewu.


Mas kowo libur hanya pada hari minggu dan hari libur nasional, seperti murid sekolah, namun tidak untuk libur panjang seperti libur semester, ia harus tetap beragkat dan tetap membersihkan lokal SMA Negeri 1 Pringsewu. Dengan gaji Rp 1.150.00 per bulan ia harus menghidupi seorang istri dan putrinya. Walaupun demikian ia sudah merasa bersyukur atas apa yang telah allah berikan kepadanya. Ia merasa sudah sangat beruntung bisa bekerja dan bisa menafkahi keluarganya yang cukup untuk menghidupi keluarga kecilnya, karena masih banyak orang diluar sana yang tidak lebih beruntung darinya.

Makalah Indische Partij



ORGANISASI INDISCHE PARTIJ
DI INDONESIA







                                                                                  
Oleh :
Ani Anjaswati
Ayu Melati Patma
Silvia Putri Dwitasari
Valda Gusnadia Jannah


SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 PRINGSEWU
TAHUN PELAJARAN 2014/2015


BAB I
PENDAHULUAN
1.1   Latar Belakang Masalah
Sistem kolonial abad 20 di Indonesia banyak mengalami perkembangan, di bidang politik, ekonomi, dan social budaya. Hal ini secara langsung mempengaruhi bangsa Indonesia. Sejak adanya politik etis pada tahun 1900 yang dicetuskan  oleh Conrad Theodore Van Deventer, banyak lahir golongan elit terpelajar di Indonesia. Politik etis merupakan bentuk politik balas budi pemerintah Belanda terhadap bangsa Indonesia yang telah dipolitisasi. Berkat politik etis, bangsa Indonesia dapat memperoleh pendidikan sehingga dicapai kesadaran emansipasif  bangsa. Karena banyaknya kaum terpelajar yang ada, seiring waktu lahirlah organisasi-organisasi yang  bergerak di bidang politik maupun bidang lainnya yang mengarah kepada kemerdekaan Negara Indonesia. Hal tersebut adalah waktu di mana perjuangan mencapai Indonesia merdeka dimulai.
Pergerakan nasionalisme Indonesia dipengaruhi oleh adanya kaum terpelajar yang telah bergaul dengan bangsa luar sehingga membuka mata mereka tentang kesadaran akan perasaan senasib. Budi Utomo adalah organisasi pertama yang berdiri di Indonesia. Namun keanggotaan dalam Budi Utomo masih terbatas dan belum ada tanda-tanda perjuangan kemerdekaan.
Tanggal 25 Desember 1912, berdirilah sebuah partai politik pertama di Indonesia. Partai ini adalah partai yang secara terang-terangan memiliki tujuan untuk mencapai kemerdekaan bagi Indonesia. Ini adalah perwujudan dari adanya rasa nasionalisme anak bangsa untuk menuntun kearah kemerdekaan dan menggerakan bangsa agar sadar untuk bersatu demi kemerdekaan. Partai inilah yang mengawali politik anak bangsa meski salah satu pendirinya adalah seorang Indo Eropa.
Partai ini adalah “IndischePartij”. Indische Partij adalah partai politik pertama di Hindia Belanda. Didirikan oleh tiga serangkai, yaitu Douwes Dekker, Tjipto Mangunkusumo dan Suwardi Suryaningrat, yang melihat keganjilan dalam masyarakat colonial khususnya diskriminasi antara keturunan Belanda dan kaum Indo. Douwes Dekker meluaskan pandangannya terhadap masyarakat Indonesia umumnya, yang tetap hidup didalam situasi kolonial.
Nasib para Indo tidak di tentukan oleh pemerintah kolonial,  tetapi dalam bentuk kerjasama dengan penduduk Indonesia lainnya. Menurut Suwardi Suryaningrat ia tidak mengenal supremasi Indo atas penduduk Bumi Putera, ia menghendaki hilangnya golongan Indo dengan jalan peleburan dalam masyarakat bumi putera.  Indische Partij berdiri atas dasar nasionalisme yang luas menuju kemerdekaan Indonesia, dan merupakan partai politik pertama di Indonesia yang berdasarkan Nasionalisme.
Indische Partij adalah suatu partai yang radikal dan dinyatakan Douwes Dekker didirikan partai ini merupakan Penantang perang dari pihak koloni yang menyebar Lasting kepada Karajaan penjajah, Pemungut pajak.  Indonesia sebagai “National Home“ semua orang keturunan bumi putera, Belanda, Cina, Arab dan sebagainya, yang mengakui Hindia sebagai tanah air dan kebangsaannya. Paham ini dulunya di kenal sebagai Indische Nationalosme, yang kemudian melalui Perhimpunan Indonesia dan PNI menjadi Indonesisch Nationalisme atau Nasionalisme Indonesia. Berbeda dengan organisasi sebelumnya dimana organisasi sebelumnya bersifat sangat berhati-hati, sedangkan organisasi ini bersifat keras dan langsung bergerak dalam bidang politik.
Melalui partai ini, Ernest Douwes Dekker mendesak pemerintah untuk mengubah garis kebijaksanaan yang ditempuh. Indische Partij sebagai organisasi campuran menginginkan adanya kerjasama orang Indo dengan bumi putera. Hal ini disadari benar karena jumlah orang Indo sedikit, maka diperlukan adanya kerjasama dengan orang  bumi putera agar kedudukan organisasinya bertambah kuat. Organisasi ini mempunyai cita-cita untuk menyatukan semua golongan yang ada di Indonesia, baik golongan asli maupun golongan Indo, Cina, Arab dan sebagainya. Mereka dipadukan dalam kesatuan bangsa dengan semangat nasionalisme Indonesia.

1.2   Identifikasi Masalah
a.       Perkembangan kolonialisme terhadap lahirnya organisasi di Indonesia.
b.      Pergerakan Organisasi Nasional Indonesia.
c.       Berdirinya organisasi Budi Utomo dan organisasi politik dan pendidikan lainnya.
d.      Kronologi tentang organisasi Indische Partij.

1.3   Pembatasan Masalah
Agar penulisan lebih terarah dan tidak meluas penulis membatasi penulisan pada “Kronologi tentang Organisasi Indische Partij”.
1.4   Rumusan Masalah
a.       Bagaimana proses berdirinya Indische Partij ?
b.      Siapa sajakah pelopor berdirinya Organisasi Indische Partij ?
c.       Apakah tujuan didirikannya Organisasi Indische Partij di Indonesia ?
d.      Mengapa terjadi kemunduran Organisasi Indische Partij ?

1.5   Tujuan dan Kegunaan
1.5.1 Tujuan dari penulisan ini untuk mengetahui :
a.       Proses berdirinya Organisasi Indische Partij.
b.      Pelopor berdirinya Organisasi Indische Partij.
c.       Tujuan didirikannya Organisasi Indische Partij di Indonesia.
d.      Proses kemunduran Organsasi Indische Partij.
1.5.2 Kegunaan dari penulisan ini supaya :
a.       Kita dapat mengambil pelajaran dari Organisasi Indische Partij.
b.      Kita lebih menghargai jasa para Pahlawan Indonesia.
c.       Kita dapat mengetahui bahawa organisasi politik pertama yaitu indische partij.
d.      Kita bisa lebih mencintai indonesia karena bangsa lain pun cinta dengan indonesia.


BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Deskripsi
Indische Partij adalah organisasi modern ketiga yang berdiri setelah Budi Utomo dan Sarekat Islam .Organisasi ini merupakan organisasi pertama yang secara tegas menyatakan berpolitik. IP adalah partai politik pertama di Indonesia. Indische Partij ingin menggantikan Indische Bond yang berdiri pada tahun 1898. Indische Bond adalah organisasi kaum Belanda peranakan (Indo) dengan pimpinan K. Zaalberg, seorang indo.Tujuan dibentuknya IP ini adalah untuk memperbaiki keadaan kaum Indo. Pada masa itu kaum Indo menaruh dendam kepada bangsa Belanda dan segala sesuatu yang bercorak Belanda.
2.2 Pembahasan
2.2.1 Proses berdirinya Organisasi Indische Partij
Douwes Dekker melihat keganjilan dalam masyarakat kolonial khususnya dalam hal diskriminasi antara keturunan Belanda dan orang Belanda campuran (Indo). Nasib para Indo tidak ditentukan oleh pemerintahan kolonial,namun terletak pada bentuk kerjasama dengan penduduk Indonesia lainnya. Bahkan menurut Douwes Dekker yang kemudian dikenal dengan nama Danudirdja Setyabudhi,ia tidak mengenak supremasi Indo atas penduduk bumiputera malah ia menghendaki hilangnya golongan Indo dengan cara bercampur dengan bumiputera.
Douwes Dekker, seorang Indo, berusaha mempengaruhi Indische Bond. Menurutnya,segala keluh kesah dan bantahan-bantahan tidak akan ada gunanya. Sumber dari segala kesukaran itu dikarenakan ketergantungan  pada pemerintah kolonial yang menyebabkan kaum Indo menderita dan dicampakan.
            Pendirian organisasi ini dipertegas lagi pada sidang Indische Bond yang diselenggarakan di Jakarta tanggal 12 desember 1911, dengan pokok pidato "Gabungan kulit putih dengan sawo matang". Ia berkata, bahwa jumlah kaum Indo sangat sedikit, sehingga jika ia bertindak seorang diri,maka ia tak mungkin memperoleh keuntungan. Syarat untuk memperoleh kemenangan dalam pertentangan dengan penjajah Belanda ialah menggabungkan diri dengan bangsa Indonesia agar kedudukan organisasinya makin bertambah kuat.
            Pendapat Douwes Dekker berbeda dengan pendapat Zaanberg, pemimpin Indische Bond. Ia menerima ketergantungan terhadap pemerintah kolonial. Menurut Zaanberg,dalam ketergantungan itu,kaum indo akan hidup berbahagia, asalkan  pemerintah dan orang-orang Eropa lapisan atas suka menolongnya.Zaalberg ingin mengekalkan penjajahan sedangkan Douwes Dekker ingin menghapuskan penjajahan itu.
            Untuk persiapan pendirian Indische Partij, maka mulai tanggal 15 September - 3 oktober 1912, Douwes Dekker mengadakan perjalanan Propaganda di Pulau Jawa. Di Surabaya, ia mendapat sokongan dari Dokter Tjipto Mangoen Koesoemo. Di Bandung ia mendapat sokongan dari R.M. Soewardi Soerjaningrat, juga Abdul Muis yang pada saat tu telah menjadi pimpinan Sarekat Islam cabang Bandung. Di Yogyakarta mendapat sambutan baik dari pengurus Budi Utomo,juga daerah Jawa Barat,Jawa Tengah dan Jawa Timur.Mereka merupakan "tiga serangkai" yang sangat ditakuti oleh Belanda. Mereka ialah tokoh-tokoh Indische Partic yang didirikan di Bandung pada tanggal 25 Desember 1912 yang mana semboyannya yaitu Hindia for Hindia yang berarti Inodnesia hanya diperuntukkan bagi orang-orang yang menetap dan bertempat tinggal di Indonesia tanpa terkecuali.
                                                                                                                 
2.2.2 Pelopor berdirinya Organisasi Indische Partij.
Keanggotaan Indische Partij terbuka untuk semua golongan bangsa tanpa membedakan tingkatan kelas, seks atau kasta, golongan bangsa yang menjadi anggota Indische Partij adalah golongan bumi putera, golongan Indo, Cina dan Arab. Keanggotaan Indische Partij tersebar pada 30 cabang dengan jumlah anggota seluruhnya 7.300 orang, sebagian besar golongan Indo. Sedangkan jumlah anggota golongan bumi putera adalah 1.500 orang, kebanyakan golongan terpelajar. Cabang Indische Partij yaitu Semarang, dengan jumlah anggota 1.300 orang, Surabaya dengan jumlah anggota 850 orang, Bandung dengan jumlah anggota 700 orang, Batavia dengan Jumlah anggota 654 orang.
            Jika dibandingkan dengan Budi Utomo dan Sarekat Islam, maka keanggotaan Indische Partij  lebih kecil jumlahnya. Mungkin disebabkan karena adanya perasaan takut untuk memasuki suatu perkumpulan politik. Adanya pasal 111 Regerings-Reglement (RR), yang berbunyi "Bahwa perkumpulan-perkumpulan atau persidangan-persidangan yang membicarakn soal pemerintahan (politik) atau membahayakan keamanan umum dilarang di Hindia Belanda". Pasal ini merupakan tembok penghalang yang sukar ditembus oleh Indische Partij dalam mengembangkan jumlah Anggotanya.
Didirikan oleh tiga serangkai, yaitu Douwes Dekker, Tjipto Mangunkusumo dan Suwardi Suryaningrat, yang melihat keganjilan dalam masyarakat colonial khususnya diskriminasi antara keturunan Belanda dan kaum Indo. Berikut profil tiga serangkai :
1. Ernest Douwes Dekker
Nama Lengkap            : Ernest Douwes Dekker atau Danudirja Setiabudi
Lahir                            : 8 Oktober1879 Pasuruan, Jawa Timur, Hindia Belanda
Meninggal                   : 28 Agustus1950 Bandung, Jawa Barat, Indonesia
Pekerjaan                     : Politisi
Istri                              : Clara Charlotte Deije Johanna P. Mossel Haroemi Wanasita
Douwes Dekker adalah seorang pejuang kemerdekaan dan pahlawan nasional Indonesia. Pendidikan dasar ditempuh Nes di Pasuruan. Sekolah lanjutan pertama diteruskan ke HBS di Surabaya, lalu pindah ke Gymnasium Willem III, suatu sekolah elit di Batavia. Selepas lulus sekolah ia bekerja di perkebunan kopi "Soember Doeren" di Malang, Jawa Timur. Di sana ia menyaksikan perlakuan semena-mena yang dialami pekerja kebun, dan sering membela mereka. Tindakannya membuat ia kurang disukai rekan kerjanya, namun disukai pegawai bawahannya. Akibat konflik dengan manajernya, ia dipindah ke perkebunan tebu "Padjarakan" di Kraksaan sebagai laboran. Sekali lagi, dia terlibat konflik dengan manajemen karena urusan pembagian irigasi untuk tebu perkebunan dan padi petani. Akibatnya, ia dipecat.

2. Tjipto Mangoenkoesoemo
Dr. Cipto Mangunkusumo atau Tjipto Mangoenkoesoemo adalah seorang tokoh pergerakan kemerdekaan Indonesia. Bersama dengan Ernest Douwes Dekker dan Ki Hajar Dewantara ia dikenal sebagai "Tiga Serangkai" yang banyak menyebarluaskan ide pemerintahan sendiri dan kritis terhadap pemerintahan penjajahan Hindia Belanda. Ia adalah tokoh dalam Indische Partij, suatu organisasi politik yang pertama kali mencetuskan ide pemerintahan sendiri di tangan penduduk setempat, bukan oleh Belanda. Dr. Cipto Mangunkusumo lahir di Pecangakan, Ambarawa tahun 1886 dan waafat di Jakarta, 8 Maret 1943
Tahun 1913 ia dan kedua rekannya diasingkan oleh pemerintah kolonial ke Belanda akibat tulisan dan aktivitas politiknya, dan baru kembali 1917. Dokter Tjipto menikah dengan seorang Indo pengusaha batik, sesama anggota organisasi Insulinde, bernama Marie Vogel pada tahun 1920. Ia wafat pada tahun 1943 dan dimakamkan di TMP Ambarawa.
3.Ki Hadjar Dewantara
Raden Mas Soewardi Soerjaningrat lahir di Yogyakarta, 2 Mei1889 dan wafat di Yogyakarta, 26 April1 959,  disingkat sebagai "Soewardi" atau "KHD" adalah aktivis pergerakan kemerdekaan Indonesia, kolumnis, politisi, dan pelopor pendidikan bagi kaum pribumi Indonesia dari zaman penjajahan Belanda. Ia adalah pendiri Perguruan Taman Siswa, suatu lembaga pendidikan yang memberikan kesempatan bagi para pribumi jelata untuk bisa memperoleh hak pendidikan seperti halnya para priyayi maupun orang-orang Belanda.Tanggal kelahirannya sekarang diperingati di Indonesia sebagai Hari Pendidikan Nasional. Bagian dari semboyan ciptaannya, tut wuri handayani, menjadi slogan Departemen Pendidikan Nasional.

2.2.3 Tujuan didirikannya Organisasi Indische Partij di Indonesia.                                 
Bunyi pasal-pasal dalam anggaran dasar Indische Partij sebagai tujuan didirikannya indische partij, seperti sebagai berikut:
1.        Memelihara nasionalisme Hindia dengan meresapkan cita-cita kesatuan kebangsaan semua Indiers, meluaskan pengetahuan umum tentang sejarah budaya Hindia, mengasosiasikan intelek secara bertingkat kedalam suku dan antar suku yang masih hidup berdampingan pada mada ini, menghidupkan kesadaran diri dan kepercayaan kepada diri sendiri.
2.      Memberantas rasa kesombongan rasial dan keistimewaan ras.
3.      Memberantas usaha untuk membangkitkan kebencian agama dan sektarisme.
4.   Memperkuat daya tahan rakyat Hindia dengan mengembangkan individu ke aktivitas yang lebih besar secara taknis dan memperkuat kekuatan batin dalam soal kesusilaan
5.      Berusaha untuk mendapatkan persamaan hak bagi semua orang Hindia
6.      Memperkuat daya rakyat Hindia untuk mempertahankan tanah air dari serangan asing.
7.     Mengadakan unifikasi, perluasan, pendalaman, dan meng-Hindia-kan pengajaran, yang semua hal tersebut ditujukan kepada kepentingan ekonomi Hindia, dimana tidak diperbolehkan adanya perbedaan perlakuan karena ras, seks atau kasta dan harus dilaksanakan sampai tingkat yang setinggi-tingginya yang bisa di capai
8.      Memperbesar pengaruh pro-Hindia di dalam pemerintahan.
9.   Memperbaiki keadaan ekonomi bangsa Hindia, terutama dengan memperkuat mereka yang ekonominya lemah.

2.2.4. Proses kemunduran Organsasi Indische Partij.
Sejak semula Indische Partij memang menunjukkan keradikalannya sehingga pemerintah kolonial Belanda merasa perlu menghentikannya. Itulah sebabnya organisasi ini tidak dapat berumur panjang karena pada akhirnya pemimpinnya dibuang ke luar negeri. Persoalan yang menyangkut nasib tiga serangkai tersebut erat hubungannya dengan tindakan Belanda pada tahun 1913, dalam rangka memperingati bebasnya negeri Belanda dari penindasan Prancis pada tahun 1813 merupakan suatu ironi bahwa negara yang menjajah, merayakan kebebasan negerinya itu di negeri yang dijajahnya sendiri, lebih-lebih untuk perayaan tersebut pemerintah akan memungut biaya dari rakyat Hindia.
Melihat fenomena menarik tersebut, Suwardi Suryaningrat dan kawan-kawan akhirnya membentuk “Komite Bumi Putera”, komite yang bertujuan menentang peringatan tersebut. Komite ini kemudian mengeluarkan brosur yang didalamnya dimuat tulisan Suwardi Suryaningrat dengan judul: “Als ik een Nederlander Wasyang” isinya menyindir dengan tajam sikap pemerintah kolonial Belanda yang ingin merayakan kebebasannya di tanah jajahan dengan cara memungut biaya dari rakyat. Karena tulisannya itulah Suwardi Suryaningrat ditangkap, dan temannya tang tergabung dalam “Komite Bumi Putera” juga tidak luput dari pemeriksaan pemerintah.
Setelah penangkapan Suwardi, Cipto mangun Kusumo kemudian menlis sebuah karangan di harian De Expres dengan julul “ Kracht of Vrees” (Kekuatan atau Ketakutan). Tulisan itu jelas merupakan sindiran terhadap pemerintah kolonial. Selanjutnya Douwes Dekker yang merasa senasib dengan kawan-kawannya itu kemudian juga menulis sebuah karangan yang berjudul “Onze Helden : Cipto Mangunkusumo en R.M. Suwardi, yang isinya sangat membangga-banggakan kedua temannya . Akibatnya, ketiga tokoh tersebut dieksernisasi ke negeri Belanda.
Mulai saat itu, berhembuslah gerakan politik yang menusuk kekuasaan kolonial. Meledaknya Perang Dunia I (1914-1918), membuat pemerintah Hindia Belanda selalu berhati-hati terhadap gerakan politik disini. Walaupun peperangan tidak terjadi secara riil, getarannya menyentuh alam pikiran kaum pergerakan. Semboyan presiden Amerika Serikat Wilson, “The Right of Self Ditermination” sangat mempengaruhi sikap para tokoh Indonesia.
Kepergian dari ketiga pemimpin tersebut membawa pengaruh terhadap kegiatan Indische partij yang makin lama makin menurun, kemudian Indische Partij menjadi partai Insulinde. Sebagai asas utama dalam program yang tertera: “ Mendidik suatu nasionalisme Hindia dengan memperkuat cita- cita persatuan bangsa”, kepada anggota ditekankan supaya menyebut dirinya “ Indiers “, orang Hindia. Pengaruh Serekat Islam telah menarik orang- orang Indonesia, sehingga Partai Insulinde menjadi semakin lemah. Kembalinya Douwes Dekker dari negeri Belanda tahun 1918 tidak mempunyai arti bagi partai insulinde, pada bulan juni 1919 berganti nama menjadi National Indische Partij.
Indische Partij hidup tidak lama, konsep kebangsaan yang dicanangkan dan dikembangkan  sangat berpengaruh terhadap tokoh-tokoh  pergerakan kebangsaan Indonesia dan sepak terjang organisasi pergerakan kebangsaan Indonesia pada masa-masa selanjutnya. Pemimpin-pemimpin Indische Partij setelah organisasinya dibubarkan dan dianggap sebagai partai terlarang bersepakat secara perorangan tetap terus mempropagandakan cita-cita organisasi tersebut melalui tulisan-tulisan ataupun organisasi lain.

BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
1.1    KESIMPULAN
Dapat disimpulkan bahwa Indische Partij adalah organisasi pertama yang secara tegas menyatakan berpolitik. Dengan  demikian IP adalah partai politik pertama di Indonesia. Indische Partij ingin menggantikan Indische Bond yang berdiri pada tahun 1898. Partai ini didirikan oleh tiga serangkai, yaitu Douwes Dekker, Tjipto Mangun kusumo dan Suwardi Suryaningrat, yang melihat keganjilan dalam masyarakat colonial khususnya diskriminasi antara keturunan Belanda totok dan kaum Indo.
Tujuan Indische Partij sebagai yaitu, membangun patriotisme semua “Indiers” kepada tanah air yang telah memberi lapangan hidup kepada mereka, Menganjurkan kerjasama atas dasar persamaan ketatanegaraan, memajukan tanah air hindia, mempersiapkan kehidupan rakyat yang merdeka.
Penyebab mundurnya Indische Partij karena ia menunjukkan keradikalannya sehingga pemerintah kolonial Belanda merasa perlu cepat menghentikannya. Karena tulisan tiga yang isinya menyindir pihak belanda, ketiga tokoh tersebut dieksernisasi ke negeri Belanda.
1.2    SARAN
Sebagai generasi mudapenulis menyarankan kepada :
  1. Pemerintah supaya lebih memperhatikan arsib bangsa dan lebih mengenalkan seharah bangsa indonesia dan lebih memerhatikan para pahlawan nasional. Tingaktkan mutu pendidikan, jangan pentingkan golongan. Partai hanya sebagai batu loncatan demi bangsa untuk kemajuan.
  2. Generasi muda,  supaya lebih mencintai dan menghargai jasa para pahlawan dan untuk itu kita berasama tingkatkan prestasi, harumkan negeri membangun bangsa yang benar-menar merdeka. Jangan hanya kenang para pahlawan namun jadikan para pahlawan bangga melihat perjuangan mereka yang tidak sia-sia melihat indonesia yang merdeka.